Menggapai Kekuatan dari Tata Kelola Koperasi Kredit secara benar

Sumber Daya Manusia atau SDM merupakan sumber utama yang menjadi tolak ukur kemajuan suatu koperasi. Memahami tata kelola individual secara benar merupaka hal wajib yang perlu dimiliki. Pengurus Koperasi kredit dipercaya oleh anggotanya karena mimiliki sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang kompeten. Hal ini sejalan dengan sistem yang dianut oleh Koperasi Kredit yaitu sistem demokrasi yang delegatif. Namun di masa ini sifat kompeten seperti itu saja tidaklah cukup, para pengurus koperasi juga harus memiliki komitmen untuk waktu, kemauan untuk terus menerus belajar, dan juga yang tidak kalah pentingnya adalah berintegritas.

Pengurus Koperasi harus memiliki hal-hal seperti yang disebutkan tadi, karena jabatan pengurus yang dipikulnya merupakan amanat dari orang banyak. Secara manajemen, koperasi kreditpun harus memiliki tata kelola yang profesional yang didominasi secara sistem, bukan secara manusia. Mengapa sistem harus menjadi hal yang didominasi? karena manusia itu datang dan pergi, sementara sistem akan selalu ada.

Dalam mengimplementasikan sistem ini, tata kelola yang dilakukan harus berdasar pada regulasi yang spesifik dan berhubungan. Semua itu juga harus tertuang dalam Standar operasinal managemen dan standar operasional perosedur. Standar itupun harus bersifat fleksibel berdasarkan kebutuhan dan dapat dipertanggung jawabkan untuk menutup kemungkinan penyelewengan dan penyalahgunaan wewenang.

Membuat anggota memiliki kemandirian dalam keuangan dan mampu mengelola keuangan, serta membuat anggota menjadi manusia yang bisa berkembang, adalah salah satu visi misi koperasi kredit yang harus dijalankan secara setia dan benar demi meraih tata kelola profesional yang ditulis di atas. Koperasi kredit harus ingat tentang visi misi utamanya adalah manusia, bukan uang. Jika dinilai dalam pandangan standar, uang memang cukup penting tapi bukanlah yang utama dan pertama.

Bagaimana suata koperasi kredit membuat anggotanya memiliki harapan di masa depan merupakan hal utama dan pertama yang harus diperhatikan. Pengurus, pengawas, dan manajemen harus bisan menjadi teladan untuk anggotanya dalam aspek mengelola keuangan. Lalai dalam pinjaman merupakan hal yang terlarang bagi mereka. Sehingga tata kelola yang dilakukan secara profesional dan dipadukan dengan teladan para aktivisnya, makan pencapaian dan ketahanan suatu koperasi kredit akan menjadi lebih kuat.

Leave a Reply

Apa yang bisa kami bantu?

Hubungi kami di kantor Koperasi Simpan Pinjam Mitra Dhuafa atau kirimkan pertanyaan anda secara online.

Looking for a First-Class Business Plan Consultant?