Koperasi Menjadi Penggerak Utama Pembangunan di Masa Depan

Pemerintah saat ini beranggapan bahwa kontribusi koperasi sebagai institusi masih relatif kecil terhadap pembangunan, terutama pada produk domestik bruto. Namun dengan pengelolaan koperasi yang lebih profesional di masa yang akan datang, maka koperasi diprediksi dapat meningkatkan kontribusinya terhadap pembangunan.

Pertumbuhan ekonomi sangat bergantung sekali kepada aktivitas para pelaku ekonomi. Koperasi menjadi salah satu pelaku ekonomi penting dalam perekonomian Indonesia. Untuk menjadi penggerak utama pembangunan nasional di masa depan, maka koperasi bisa menjadi salah satu potensi untuk mencapainya.

Dengan bantuan dan peran aktif Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dunia usaha dan masyarakat, maka perkembangan koperasi menuju arah yang positif mustahil untuk terhindarkan. Sebenarnya pemerintah sadar akan upaya pemberdayaan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) adalah bagian penting dalam upaya mewujudkan bangsa yang berdaya-saing serta menciptakan pembangunan yang merata dan adil.

Secara spesifik pemerintah sudah melakukan upaya dan dukungan dalam menguatkan koperasi, contohnya melalui Program Peningkatan Penghidupan Berkelanjutan Berbasis Usaha Mikro, Program Peningkatan Daya Saing UMKM dan Koperasi, dan Program Penguatan Kelembagaan Koperasi. Namun ada beberapa langkah lebih yang bisa di ambil pemerintah dalam memberdayakan koperasi seperti:

  • melakukan revitalisasi peran koperasi dan perkuatan posisi usaha mikro, kecil, dan menengah dalam sistem perkonomian nasional.
  • memperbaiki akses koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah terhadap permodalan, teknologi, informasi, dan pasar serta memperbaiki iklim usaha.
  • mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya pembangunan.
  • mengembangkan potensi sumberdaya lokal.

Koperasi sebagai badan usaha memiliki tugas pokok untuk melakukan kegiatan usaha seperti unit usaha lainnya. Tanggung jawab sosial juga harus dimiliki oleh koperasi, terutama dalam mendukung peningkatan kesejahteraan anggotanya dan perkembangan usaha. Sebagian cara dapat dilakukan oleh pihak internal untuk penguatan koperasi, seperti melalui pengembangan kewirausahaan, edukasi, kepemimpinan, kepedulian sosial, kolaborasi serta inovasi.

Jika langkah-langkah seperti yang diuraikan tersebut dilaksanakan secara sesuai, maka diharapkan pembangunan yang terjadi dimasa depan, tidak hanya sebatas pembangunan biasa, tapi juga pembangunan yang berdasarkan berkeadilan sosial.

Leave a Reply

Apa yang bisa kami bantu?

Hubungi kami di kantor Koperasi Simpan Pinjam Mitra Dhuafa atau kirimkan pertanyaan anda secara online.

Looking for a First-Class Business Plan Consultant?