KOMIDA Raih Penghargaan Tingkat Asia : Kemenangan yang Lahir dari Suara Anggota, Bukan Angka”

KOMIDA Raih Penghargaan Tingkat Asia : Kemenangan yang Lahir dari Suara Anggota, Bukan Angka”

Jakarta — Di tengah gemuruh industri keuangan mikro yang makin ketat, KOMIDA baru saja membuktikan bahwa dampak sejati tidak selalu lahir dari neraca keuangan — melainkan dari suara ribuan perempuan yang hidupnya berubah karenanya.


Ada yang berbeda dari penghargaan yang baru saja diterima KOMIDA di bulan September ini. Bukan piala dari lembaga pemeringkat kredit, bukan pula pengakuan dari asosiasi industri. Kali ini, yang bicara adalah para anggota itu sendiri — perempuan-perempuan pelaku usaha kecil di berbagai pelosok Indonesia yang selama bertahun-tahun menjadi bagian dari perjalanan KOMIDA.

Lembaga riset independen 60 Decibels resmi mengumumkan KOMIDA (KSP Mitra Dhuafa) sebagai salah satu peraih Social Impact Award 2026, dalam kategori regional Asia — berdampingan dengan Cashpor dan Save Solutions dari India. Menariknya, jika menengok arsip lima tahun terakhir yang dipublikasikan di situs resmi 60 Decibels (2022–2026), nama KOMIDA belum pernah muncul di daftar itu sebelumnya. Tahun ini, untuk pertama kalinya, satu nama koperasi asal Indonesia berdiri di jajaran elite tersebut.

Ketika Anggota Menjadi Juri

60 Decibels dikenal luas sebagai penyelenggara MFI Index — yang diklaim sebagai studi inklusi keuangan berbasis suara pelanggan terbesar di dunia. Alih-alih menilai dari laporan tahunan atau rasio keuangan, metode ini turun langsung ke lapangan: mewawancarai nasabah sungguhan, lalu mengukur dampak lewat 23 indikator yang terbagi ke enam dimensi besar — mulai dari Access (seberapa luas jangkauan ke kelompok yang sebelumnya tak terlayani lembaga keuangan formal), Household Impact (perubahan nyata dalam kualitas hidup rumah tangga), Client Protection (apakah nasabah memahami betul konsekuensi pinjamannya, tanpa harus mengorbankan kebutuhan pokok), hingga Resilience — seberapa siap nasabah menghadapi guncangan ekonomi mendadak.

Setiap indikator diberi bobot setara, dirata-ratakan, lalu digabungkan menjadi satu skor akhir. Tidak ada seleksi sepihak dari 60 Decibels — partisipasi bersifat sukarela, disponsori investor atau lembaga itu sendiri. Artinya, keikutsertaan KOMIDA dalam pemeringkatan ini pun sudah menjadi bentuk keterbukaan untuk diaudit oleh pihak independen.

Warisan Empat Dekade yang Masih Relevan

Ironisnya — atau justru karena itulah — pengakuan ini seperti menutup lingkaran panjang sebuah gagasan. Model pinjaman kelompok tanpa agunan yang dipakai KOMIDA sejak awal berdiri, mengakar dari eksperimen sosial Muhammad Yunus di pedesaan Bangladesh pada 1970-an, jauh sebelum istilah “inklusi keuangan” populer seperti sekarang. Gagasan itu kemudian membawa Yunus dan Grameen Bank meraih Nobel Perdamaian pada 2006 — bukan karena besarnya modal yang disalurkan, tapi karena keberaniannya mempercayai bahwa kemiskinan bukanlah alasan seseorang tidak layak dipercaya.

Empat puluh tahun berselang, dan ribuan kilometer dari Bangladesh, filosofi yang sama masih hidup di ratusan cabang KOMIDA di seluruh Indonesia. Bedanya, kali ini pembuktiannya bukan lagi berupa teori ekonomi pembangunan di ruang seminar, melainkan skor dari survei independen yang bertanya langsung ke nasabah: apakah hidupmu benar-benar berubah?

“Bagi kami penghargaan ini adalah sebuah tanda bakti kami kepada anggota, bahwa KOMIDA selalu hadir dalam melayani anggota, dalam rangka membantu peningkatan kualitas dan martabat hidup anggota dan keluarga” Pungkas Sugeng Priyono selaku Ketua Pengurus KSP Mitra Dhuafa.

Lebih dari Sekadar Trofi

Bagi industri keuangan mikro yang tahun-tahun terakhir ini menghadapi tekanan ganda — dari sisi keberlanjutan bisnis maupun tuntutan perlindungan konsumen yang makin ketat — pengakuan seperti ini menjadi mata uang kepercayaan yang tak ternilai. Ia berbicara ke investor bahwa dampak sosial KOMIDA bisa diverifikasi pihak luar. Ia berbicara kepada calon anggota bahwa mereka tidak sendirian mempertaruhkan kepercayaan. Dan yang tak kalah penting, penghargaan ini sebagai suar KOMIDA, bahwa arah yang dipilih sejak awal, ternyata masih menjadi jalan yang tepat.
(jf)



Leave a Reply