Kisah inspirasi sanitasi air Ibu Ade

Kisah inspirasi kali ini, datang dari sebelah utara kota Subang yaitu Ciasem, yang berada di tengah-tengah antara Cikampek dan Pamanukan tepatnya di kecamatan patokbesi, namanya bu ade umurnya kurang lebih 38 tahun berpropesi sebagai ibu rumah tangga dan suami bapak akum usia kurang lebih 40 tahun berpropesi sebagai pedagang buah keliling, ia mempunyai dua anak, laki-laki dan perempuan satu anak laki-lakinya sudah berumah tangga dan satu anaknya lagi yg perempuan bekerja sebagai buruh pabrik, kisah dimana bu ade dan keluarga harus berjalan ke sungai untuk Buang Air Besar, menelusuri sawah-sawah penduduk desa. Bahaya binatang, air sungai yg meluap tiba-tiba, bukan tidak mungkin terjadi.

Ketika di suatu malam bu ade ingin Buang Air Besar tanpa ditemani suami, bu ade harus melawan rasa takutnya berjalan sendiri menelusuri pinggiran sawah yg sepi, kejadian yg bukan sekali dua kali bu ade lakukan. Ketika air sungai meluap tinggi ia harus menumpang ke rumah sodaranya yg berbeda desa, kesulitan yg melanda bu ade ini menjadi peringatan bagi kita bahwa masih ada nya di negri ini untuk Buang Air besar saja harus berjuang dulu, KOMIDA datang dan memberi solusi kesusahan yg melanda bu ade dan keluarga dengan prodak yg bernama sanitasi untuk anggota yg belum mempunyai sanitasi kamar mandi atau pun WC, dengan syarat anggota aktif sudah bergabung dengan KOMIDA selama 1 tahun, kehadiran di center minimal 80%, angsuran 100% dan tidak pernah ditanggung renteng, kumpulan bagus dan anggota kompak, usaha yg sedang dijalankan mengalami perkembangan itu sudah bisa anggota akses, dan pengajuan nya pun tidak rumit, yaitu sebelum pengajuan anggota di data terlebih dahulu oleh petugas, pengajuan dilakukan di center meeting, semua anggota harus hadir, ketua center dan ketua kelompok harus hadir, cukup simpel bukan? Ketika bu ade tahu bahwa komida menyediakan produk berupa sanitasi untuk pembuatan WC dan lainnya, bu ade sangat senang mendengar itu dan sangat tertarik untuk ikut, usaha yg dijalankan suami pun alhamdulilah sedang mengalami perkembangan.

Bu ade pun mengajukan pembiayaan sanitasi ini dengan margin 22% per tahun dan di izinkan oleh suami dan anggota keluarga lainnya, dan akhirnya bu ade pun menerima pembiayaan sanitasi pembuatan WC tersebut dengan jumlah pencairan sebesar Rp.5,000,000 dengan pencairan diawal sebesar 75% atau Rp.3,750,000 dan sisanya di cairkan ketika bangunan sudah mencapai 75% pembuatan dengan jangka waktu selama 100 minggu atau 2 tahun dengan grece period selama 1 minggu diawal penyetoran namun di bayar di akhir penyetoran menjadi 101 minggu dengan angsuran Rp.72,000/minggu kini bu ade dan keluarga sudah bisa menikmati kamar mandi yg layak pakai, beda dengan sebelumnya kamar mandi hanya sebatas kamar mandi yg tidak ada WC nya, hanya bisa di pakai buat mandi saja, sekarang bu ade gak perlu khawatir lagi dengan bahaya air sungai meluap, bahaya binatang buas dan bahaya lainnya, “alhamdulilah KOMIDA sudah sangat membantu sekali dengan adanya pinjaman pembuatan WC atau sanitasi, saya dan keluarga bisa menikmati hasil dari pembiayaan itu, sekarang saya dan keluarga gak harus ke sungai lagi untuk Buang Air Besar gak perlu khawatir dengan bahaya binatang dan air sungai yg tiba-tiba meluap TERIMA KASIH KOMIDA” ujar bu ade sembari tersenyum dan melambaikan tangan ke kamera padahal gak ada kamera. Terima kasih itulah kisah inspirasi air sehat sanitasi dari utara kota subang.

(daden somantri/Cabang Ciasem)

Leave a Reply

Apa yang bisa kami bantu?

Hubungi kami di kantor Koperasi Simpan Pinjam Mitra Dhuafa atau kirimkan pertanyaan anda secara online.

Looking for a First-Class Business Plan Consultant?