5 Indikator Kinerja Utama Koperasi

Indikator pertama dalam mengukur kinerja koperasi ada pada penerapan prinsip koperasi. Prinsip Koperasi itu harus diterapkan secara konsisten, karena akan menjadi pembeda antara koperasi dengan badan usaha non koperasi.
Tolak ukur penilaian koperasi yang sesungguhnya, dilihat dari penerapan prinsip koperasi yang konsisten.
Jika sebuah koperasi tidak mampu menyelenggarakan prinsip koperasi secara konsisten, makan pseudo cooperative akan muncul. Secara administrasi memang akan terlihat seperti koperasi, tapi dalam kenyataan dan prakteknya, isinya bukan merupakan koperasi yang sesungguhnya.

Indikator yang kedua terdapat pada kesamaan kepentingan usaha atau ekonomi anggota. Koperasi itu didirikan oleh sekelompok orang yang memiliki aktivitas usaha atau kepentingan ekonomi, bukan orang yang tidak jelas kepentingan ekonominya. Sehingga jika ada koperasi yang dibentuk oleh orang-orang tanpa kepentingan ekonomi yang jelas, maka perlu dipertanyakan kinerja koperasi tersebut.

Indikator selanjutnya yang ketiga adalah komitmen anggota koperasi. Isu sentral koperasi berada pada komitmen anggota, yang pada dasarnya merupakan penjabaran dari trilogi koperasi yaitu, dimiliki, digunakan, dan dikontrol oleh anggota. Untuk implementasinya sendiri bisa di ukur ketika anggota menjalankan kewajiban dan haknya secara benar, baik dengan kontribusi secara finansial maupun non finansial. Sehingga rasa tidak memiliki dan tidak mau menggunakan jasa koperasi serta membiarkan koperasi merupakan salah satu bukti tidak adanya komitmen yang dimiliki oleh anggota.

Indikator ke empat adalah mengenail pelayanan, dimana hubungan usaha koperasi kepada anggotanya bersifat pelayanan bukan hanya bersifat transaksi jual beli biasa. Besarnya balas jasa usaha anggota ke koperasi menjadi penentu selisih hasil usaha yang dikembalikan ke anggota. Maka lebih lanjutnya kemampuan usaha para anggota itu bergantung dengan kemampuan pelayanan yang diberikan pihak koperasi kepada anggotanya.

Untuk indikator yang terakhir atau yang kelima sebagai indikator kinerja utama koperasi adalah kerjasama. Kerjasama diperlukan oleh semua pihak baik dari pihak pendiri,pengurus, hingga anggota-anggotanya. Kesedian dan kemauan setiap individu untuk bekerjasama dalam mencapai tujuan bersama merupakan poin yang sangat penting. Sementara jika terdapat individu yang lebih mementingkan kemanfaatan pribadai saja, itu sangatlah tidak cocok untuk bergabung dalam koperasi

Leave a Reply

Apa yang bisa kami bantu?

Hubungi kami di kantor Koperasi Simpan Pinjam Mitra Dhuafa atau kirimkan pertanyaan anda secara online.

Looking for a First-Class Business Plan Consultant?