10.000 NIB untuk Anggota,  Awal Pelaku UMKM Anggota KOMIDA Siap Naik Kelas

Mitradhuafa.com (1/9),– Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) mengapresiasi upaya Koperasi Simpan Pinjam Mitra Dhuafa (KOMIDA) yang aktif melakukan pendampingan kepada anggotanya untuk mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB). Tercatat sebanyak 300 anggota KSP KOMIDA secara resmi menerima NIB yang diterbitkan oleh Lembaga OSS (Online Single Submission) di bawah koordinasi Kementerian Investasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

“Saya mengapresiasi pada KSP KOMIDA yang telah memfasilitasi anggotanya untuk mendapat NIB. Sampai akhir tahun ini tadi disampaikan akan menargetkan 10 ribu anggotanya untuk difasilitasi mendapatkan NIB,” ujar Deputi Bidang Perkoperasian KemenKopUKM, Ahmad Zabadi dalam Pemberian NIB kepada pelaku usaha anggota KSP Mitra Dhuafa (KOMIDA) dan Penyerahan Izin Kantor Cabang di Gedung Pandan Sari Komplek Taman Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (1/9).


Slamet Riyadi menyampaikan  terima kasih kepada Kementerian Koperasi dan UKM serta Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) / Kementerian Penanaman Modal RI atas kerjasama ini. 

 Semoga dengan adanya NIB bagi anggota KOMIDA akan bisa meningkatkan kapasitas usaha anggota di masa yang akan datang.

KOMIDA akan terus membantu anggota untuk mendapatkan NIB secara bertahap di semua wilayah yang dilayani KOMIDA. Sebagai harapan Kami hingga akhir tahun 2022 nanti Kami menargetkan 10.000 NIB akan diberikan kepada pelaku usaha (anggota)  KOMIDA yang sudah siap Naik kelas.


Kendala yang dihadapi oleh KOMIDA dalam mendampingi anggotanya mengurus perizinan usaha adalah tingkat SDM anggota yang belum merata. Diakui bahwa masih banyak  anggota KOMIDA yang belum melek teknologi. Padahal dalam mengurus NIB dilakukan secara online. Oleh sebab itu tim di lapangan aktif melakukan pendampingan kepada pelaku usaha yang skala usahanya sudah layak untuk didaftarkan ke dalam sistem OSS.


“Hari ini kita serahkan 300 NIB kepada anggota kami, sebenarnya KOMIDA  sudah mulai secara pribadi melalui staf di lapangan sebanyak 700 on proses. Mudah – mudahan kita targetkan tahun ini bisa 10 ribu anggota mendapatkan NIB,” ulas Slamet Riyadi.


NIB menjadi salah satu syarat utama pelaku usaha informal menjadi formal. Dengan perubahan status dari informal ke formal maka akan memudahkan mereka dalam mengembangkan usaha. Pelaku usaha yang sudah memiliki NIB akan lebih mudah mendapat dukungan pembiayaan dari lembaga keuangan formal serta dukungan lain baik dari pemerintah atau stakeholder lainnya.


Dengan jumlah anggota yang mencapai lebih dari 800 ribu, Ahmad Zabadi berpesan agar para pengurus KSP KOMIDA untuk lebih fokus dalam upaya mendorong peningkatan kesejahteraan anggotanya. Zabadi juga berharap agar pengurus  KOMIDA juga mulai pertimbangkan potensi bisnis yang tidak hanya sekedar di sektor pembiayaan. 

Dia optimis  KOMIDA mampu bertransformasi dan mengembangkan lini bisnisnya untuk sektor – sektor yang produktif. Meski begitu, Ahmad Zabadi tetap menekankan peran utama KSP sebagai akselerator bagi peningkatan kesejahteraan anggotanya.


Dengan jumlah anggota koperasi yang begitu besar dan kantor cabang yang tersebar di berbagai wilayah, Ahmad Zabadi mengingatkan agar KSP KOMIDA tetap berkomitmen menjaga aspek kepatuhan terhadap aturan yang berlaku. Sebab sebelum dilakukan penyerahan izin layanan untuk kantor cabang, KemenKopUKM menilai KSP ini sempat melalaikan kewajibannya untuk mengurus perizinan pembukaan kantor cabang.

 “Saya minta untuk KOMIDA komitmen menjaga tingkat kepatuhan terhadap regulasi yang ada. Namun alhamdulillah hari ini KOMIDA telah tunjukkan komitmennya secara bertahap dalam pemenuhan aspek legalitas dari cabang – cabang,” pungkas Zabadi.


 Sebagai bagian dari soko guru ekonomi kerakyatan, KSP Mitra Dhuafa (KOMIDA)  Sudah lebih dari 16 tahun keberadaan KOMIDA yang fokus melayani modal usaha dan tabungan bagi perempuan berpendapatan rendah yang terus meningkatkan peran, baik dalam bidang simpan pinjam maupun pada bidang lainnya seperti kesehatan, pendidikan anak, akses air bersiah dan sanitasi serta kegiatan lain termasuk vaksinasi di masa pandemi hingga kini.

Selain pemeriksaan kesehatan dari Kementerian Koperasi dan UKM yang rutin setiap tahun, KSP Mitra Dhuafa (KOMIDA) melalui Microfinanza – Italia, selalu  melakukan rating kelembagaan setiap 3 tahun sekali. Kegiatan rating oleh lembaga rating internasional   ini meliputi rating lembaga maupun rating sosial.  Hasil rating terakhir oleh Microfinanza Italia, untuk rating lembaga KOMIDA mendapatkan nilai BB dan rating Social mendapatkan rating BB+.

 Selain itu, KOMIDA melaksanakan RAT setiap tahun, KOMIDA juga melakukan Audit tahunan oleh Auditor yang mempunyai reputasi tinggi di Indonesia. Hal ini menunjukan bahwa KOMIDA komitmen untuk menjaga tranparansi dan good governance dalam pengelolaannya. Sebagai entitas Koperasi, setiap tahun KOMIDA membagikan sisa hasil usaha (SHU) kepada anggota hampir 50% dari SHU setiap tahun.

Pada acara ini juga sekaligus diberikan pula pemberian hadiah Umroh Gratis kepada 20 karyawan dan anggota KOMIDA sebagai apresiasi dari kinerja karyawan dan keteladanan anggota selama menjadi anggota KOMIDA. Umroh Gratis ini akan diberangkatan secara serentak pada bulan Oktober mendatang. Selain itu, diserahkan pula ijin pembukaan kantor cabang KOMIDA yang diserahkan langsug oleh Ahmad Zabadi selaku Deputi Bidang Perkoperasian yang sementara waktu sempat ditutup oleh Kementerian Koperasi dan UKM pada bulan Maret 2022.

Dengan diberikannya ijin cabang-cabang tersebut, KOMIDA bisa segera memberikan pelayanan maksimal kepada anggota baik dalam pinjaman, tabungan dan pendampingan. KOMIDA sangat berterimakasih dan mengapresiasi khususnya kepada Bapak Ahmad Zabadi selaku Deputi Bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM RI.

 “KOMIDA ke depan akan terus berdedikasi dan menjadi lembaga terbaik dan terdepan dalam membantu masyarakat khususnya perempuan usaha mikro dan ultra mikro untuk naik kelas ke usaha kecil dan menengah di Indonesia” pungkas Slamet Riyadi selaku Ketua Pengurus KOMIDA.



Leave a Reply