“Ubah Manik-Manik Jadi Cuan: Saatnya Mulai Usaha Kreatifmu Sekarang!”

“Ubah Manik-Manik Jadi Cuan: Saatnya Mulai Usaha Kreatifmu Sekarang!”

Tidak sedikit kreatifitas dan ide sederhana menjadi wadah untuk meraup pundi-pundi rupiah.
Ketekunan dan usaha yang terus berkelanjutan menjadi salah satu kunci keberhasilan.

Hal ini selaras dengan apa yang tengah dilakukan oleh Mama Nelki, bergabung dengan KOMIDA, menjadi titik cerah untuk terus mengembangkan usaha demi keluarga, demi masa depan anak-anak tercinta.

Aksesoris manik-manik Toraja, tidak pernah lepas dari budaya hingga saat ini, salah satu anggota komida, ibu Agustina, yang akrab disebut mama nelki, sosok Tangguh, sosok hebat dan sosok yang inspiratif. Mama Nelki sudah sejak lama bergelut dibidang seni manik-manik,

Dialah Mama Nelki sosok pengrajin manik-manik yang tidak pernah putus semangat dalam bidang kerajinan manik-manik. Sosok Wanita anak empat ini tidak pernah menyerah untuk membesarkan dan menyekolahkan anak-anaknya. Mama Nelki memiliki empat orang anak dua anaknya masih dalam proses belajar ditingkat SMK dan SMP, dua orang anaknya lagi sudah bekerja.

Mama Nelki bergabung dengan KOMIDA untuk menambah modal usahanya, membeli manik manik dan perlengkapan yang dibutuhkannya. Sebelum bergabung, Mama Nelki bisa meraup penghasilan 500k -700k dalam seminggunya, ia hanya tinggal dirumah merangkai manik-maniknya setiap hari demi bisa menyekolahkan anak-anaknya. Setelah bergabung dan ikut kumpulan KOMIDA Mama Nelki sudah mulai bersosialisasi dengan orang dikampungnya, sedikit demi sedikit ia mengumpulkan hasil kerajinannya untuk terus menambah modal usahanya.

 Setelah beberapa tahun ia juga memulai usaha jual beli bahan-bahan kerajinan, dan sampai sekarang, dikampungnya hampir semua pengrajin manik-manik, mengambil bahan dan menjual hasil karyanya ke Mama Nelki menjual manik-manik dan memasarkannya ke kota di toraja.

Beberapa kali mengambil pinjaman usaha di KOMIDA untuk terus meningkatkan usaha Mama Nelki juga mengambil Pinjaman Arta ( membeli mesin cuci) untuk mengevisienkan waktunya, dan lebih banyak waktu untuk fokus ke usaha.

Dua anaknya yang bersekolah kini ia tidak begitu pusing, karena anak keduanya yang sekarang bekereja sebagai pramugari bisa membantunya untuk menyekolahkan adek-adenya.

Beberapa tahun berlalu kini ia bisa menikmati kerja keras yang ia upayakan setiap harinya.

reported by : ComdevRegP_Muh. Riswan @mriswanbhr24



Leave a Reply