MENJADI PERINTIS, USAHA MAKIN MANIS

MENJADI PERINTIS, USAHA MAKIN MANIS

Dari Gorengan ke Warung Kelontongan: Kisah Inspiratif Bu Maimunah, Perempuan Tangguh dari Banjarmasin Barat

Suasana ceria dan ramai ibu-ibu sangat dirasa  ketika  kami singgahi, warung kecil yang tak pernah sepi oleh senyum dan sapaan warga ini milik anggota KOMIDA Banjarmasin, Ibu Maemunah, 32 tahun. Ia dan ibu-ibu lainnya menyambut kami penuh hangat. Di warung sederhana berisi beras, gula, dan kebutuhan harian, berdiri sosok perempuan tangguh anggota KOMIDA yang telah membuktikan bahwa ketekunan dan semangat belajar mampu mengubah hidup.

Perjalanan Bu Maimunah dimulai dengan langkah kecil. Dulu, ia hanya berjualan gorengan, sosis, dan bakso di depan rumahnya. Setiap pagi, tangan beliau sibuk menyiapkan adonan dan minyak panas, sementara di sore hari ia melayani anak-anak yang membeli jajanan sepulang sekolah. Meski penghasilan tak seberapa, tekadnya untuk membantu ekonomi keluarga terus menyala.

Hingga suatu hari, Bu Maimunah mengenal Koperasi Mitra Dhuafa (KOMIDA) melalui tetangganya yang sudah lebih dulu menjadi anggota. Ia tertarik dengan semangat gotong royong dan pendampingan usaha yang diberikan. Dengan modal pinjaman pertama yang ia kelola penuh tanggung jawab, Bu Maimunah mulai menambah variasi dagangannya — sedikit demi sedikit.

Kini, setelah beberapa tahun bersama KOMIDA, usahanya tumbuh menjadi warung kelontongan yang lengkap dan menjadi tumpuan kebutuhan warga sekitar. Dari sembako, sabun, hingga jajanan anak, semuanya tersedia di warungnya. Tak hanya menambah penghasilan, usahanya juga mempererat hubungan sosial antarwarga yang sering datang sambil berbagi cerita.

Baginya, KOMIDA bukan sekadar tempat meminjam modal, tetapi wadah yang menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat berwirausaha. “Saya belajar banyak dari pertemuan kelompok, tentang cara menabung, mencatat keuangan, dan mengatur usaha. Yang paling penting, saya jadi lebih berani bermimpi,” tutur Bu Maimunah sambil tersenyum.

Kini ia bercita-cita ingin merenovasi rumah juga menambah  memperluas warungnya. Ia ingin kelak bisa membuka lapangan kerja kecil bagi tetangga sekitar — karena baginya, kesuksesan sejati adalah ketika bisa bermanfaat bagi orang lain.



Leave a Reply