Banjarmasin Tetapkan Darurat Sampah: Pelatihan KOMIDA Peduli Tingkatkan Kesehatan Lingkungan
- June 10, 2025
- Posted by: komida
- Categories: Air Bersih & Sanitasi Aman, Artikel, Berita dan Artikel, Inspirasi, Lingkungan, Workshop
Darurat Sampah Melanda Banjarmasin
Sejak 1 Februari 2025, Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Basirih di Banjarmasin ditutup oleh Kementerian Lingkungan Hidup karena masih menggunakan metode open dumping yang dilarang—gagal memenuhi standar sanitary landfill. Akibatnya, volume sampah harian yang mencapai 600–650 ton, hanya sekitar 105 ton bisa dialihkan ke TPAS regional di Banjarbaru, meninggalkan sekitar 400–550 ton sampah yang menumpuk di tengah kota.
Kondisi ini memicu status tanggap darurat sampah, dengan jumlah sampah yang menumpuk di berbagai sudut kota, dari TPS hingga sudut jalan, menyebabkan gangguan estetika, kesehatan, dan pelayanan publik . Pemerintah daerah telah membentuk Satgas khusus dan menugaskan Dinas Lingkungan Hidup bersama instansi terkait termasuk kelurahan dan kecamatan, untuk menangani TPS ilegal dan meningkatkan 24/7 respons pengelolaan sampah.

KOMIDA Gelar Pelatihan Peduli Kesehatan Lingkungan di Banjarmasin
Sinergi Bersama Dinas Kesehatan dan Bank Sampah Kota, Hadirkan 300 Anggota KOMIDA dari Kalimantan Selatan
Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan peran aktif masyarakat terhadap pentingnya kesehatan lingkungan, KOMIDA bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin mengadakan Pelatihan Peduli Kesehatan Lingkungan yang diadakan dari pekan akhir di bulan Mei hingga Juni 2025. Kegiatan ini dikuti oleh 300 anggota KOMIDA dari berbagai kantor cabang KOMIDA yang tersebar di wilayah Kalimantan Selatan.

Pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen KOMIDA dalam mendukung pemberdayaan anggota tidak hanya dari sisi ekonomi, namun juga dari aspek sosial dan lingkungan. Pada acara ini menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, yang memberikan edukasi seputar pengelolaan limbah rumah tangga, sanitasi, dan pentingnya menjaga lingkungan sekitar agar tetap bersih dan sehat.

Turut hadir pula Fathurrahman, Direktur Bank Sampah Kota Banjarmasin, yang membagikan pengalaman praktis serta solusi pengelolaan sampah berbasis komunitas. Dalam paparannya, Fathurrahman menekankan bahwa “Kesehatan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Dengan pengelolaan sampah yang baik, tidak hanya lingkungan menjadi bersih, tetapi juga bisa menjadi sumber penghasilan baru.”
melalui aplikasi Bank Sampah yang dimiliki oleh Bank Sampah Kota Banjarmasin, ibu anggota diharapkan mampu bersinergi untuk mengumpulkan sampah yang bernilai ekonomi dengan pemilahan sampah yang tengah diberlakukan. Dengan kata lain seluruh anggota KOMIDA dapat memiliki sumber penghasilan baru dari pengelolaan sampah berbasis komunitas yang tengah dan akan digeluti.

Fokus pada Edukasi dan Perubahan Aksi Nyata
Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga memberikan sesi praktik langsung kepada para peserta mengenai pemilahan sampah, daur ulang sampah plastik, serta pengolahan limbah organik menjadi kompos. Diharapkan, setelah pelatihan ini, para anggota KOMIDA dapat menerapkan ilmu yang diperoleh di lingkungan tempat tinggalnya, serta menjadi agen perubahan dalam komunitas masing-masing.
Perwakilan Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin dalam pemaparannya menyampaikan apresiasi kepada KOMIDA atas inisiatifnya. “Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk membangun masyarakat yang sadar akan pentingnya kesehatan lingkungan. Dengan peserta yang cukup besar, yaitu 300 anggota dari berbagai wilayah, kami optimis pesan-pesan kesehatan lingkungan dapat meluas ke banyak titik di Kalimantan Selatan,” ungkapnya.

KOMIDA dan Komitmen Sosial-Lingkungan Berkelanjutan
Kegiatan ini merupakan bagian dari program KOMIDA yang berkerja sama dengan OIKO Credit serta Aqua for All, yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas anggota dalam berbagai aspek kehidupan. KOMIDA percaya bahwa pemberdayaan perempuan tidak hanya menyangkut akses pada keuangan mikro, namun juga pendidikan, kesehatan, dan lingkungan hidup.

Pelatihan lingkungan ini diharapkan menjadi langkah strategis:
- Mengurangi beban sampah rumah tangga sejak sumbernya
- Meningkatkan kesadaran anggota sebagai agen perubahan di komunitas masing-masing
- Mencegah risiko kesehatan masyarakat, seperti penyakit yang ditimbulkan sampah menumpuk
- Memperkuat sinergi antara komunitas, pemerintah, dan swasta dalam pengelolaan sampah
KOMIDA meyakini bahwa dengan pemberdayaan masyarakat, terutama perempuan yang memiliki basis komunitas, bisa menjadi katalis transformasi sosial-lingkungan. Dengan model kolaboratif antara lembaga keuangan mikro, pemerintah, dan komunitas, Banjarmasin memiliki peluang untuk mengubah ancaman sampah menjadi gerakan kesehatan lingkungan yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan seperti ini, KOMIDA menegaskan perannya sebagai koperasi – lembaga keuangan mikro yang berkomitmen pada pembangunan berkelanjutan dan inklusif.