BAHAGIA UNTUK ANAK-CUCU, Campedak sebagai Buah Pahala

Wajahnya terlihat berseri dari pertama kami bertemu, dengan sabar ia menunggu warung dan Kios Buah Campedak, matanya sesekali tertuju pada arus kendaraan yang lalu Lalang. Harapannya tidak lain semoga ada pelancong yang mampir tertuju pada warung nya, untuk membeli buah yang berwarna kuning cerah ini membuat mata para pelancong untuk melirik.

Jika pembaca tengah melewati jalan utama padalarang-rajamandala kita akan dimanjakan dengan berbagai toko oleh-oleh khas dari Bandung; peuyeum, mainan kuda, mobil-mobil truk yang berwarna menarik terbuat dari sisa limbah kayu, dan banyaknya penjaja buah-buahan berwarna kuning cerah, buah campedak. Siang Itu, Bu Enih masih menunggu tukang pengantar buah campedak. Kami lebih awal datang ke kios Bu Enih. Sapaan hangat dan ramah langsung terlontar, kami pun duduk dan mulai berbincang.

Sudah 10 tahun Ibu Enih terus berikhtiar menjajakan buah campedak ini. Semenjak kepergian suami IBu Enih tetap tegar mengais rezeki, untuk menabur harapan kepada anak-cucu. Ia menyampaikan semua yang ia lakukan saat ini hanya untuk menyambung hidup, membantu anak selalu ia lakukan dengan senang hati, meski sang anak sudah menikah. Membantu dan meilhat keluarga bahagia menjadi puncak kenikmatan tersendiri.
Bergabung dengan KOMIDA, menjadi cerita dan kesan tersendiri siapa sangka awalnya hanya menjual beberapa ikat buah campedak, sekarang dengan bantuan modal pembiayaan dari KOMIDA Bu Enih semakin mengembangkan usahanya. Bu Enih kini memiliki kios/warung jajanan berdekatan dengan kios buah campedak.

“Alhamdulillah bergabung bersama KOMIDA, jualan saya semakin bertambah, semakin ada dalam keberkahan” jelas Bu Enih menyampaikan.

Terpilih Sebagai Peserta RAT Nasonal (Rapat Anggota Tahunan)

Sepuluh tahun perjalanan menjadi anggota, Bu Enih berkesempatan untuk mengikuti kegiatan RAT (Rapat Anggota Tahunan) sebagai peserta, menjadi bagian dari keluarga besar KOMIDA baginya sangat memberi kesan, menambah wawasan, relasi dan tentunya menambah ikatan persaudaraan dalam rumah besar bernama KOMIDA.

tepat jam 2 siang seperti biasa buah Campedak baru tiba. Bu Enih menerima beberapa karung berisi buah campedak, ada yang siap dijual, ada pula yang harus menunggu beberapa hari agar matang.

Sebelum dijajakan dengan sabar ia membasuh satu persatu buah campedak, selain terlihat lebih segar juga menjaga buah agar lebih bersih, sehat dan menarik pembeli.

Sebelum waktu beranjak sore, kami segera pamit membawa bekal kisah perjuangan Bu Enih untuk anak dan cucu, baginya membahagiakan keluarga adalah kenikmatan luar biasa, usia tua hanyalah perhitungan waktu saja, namun semangatnya memberi bahagia adalah kesejahteraan yang tiada terkira. TIdak ada salahnya kita berkunjung dan menikmati buah campedak, dengan keramahan hangat dari Bu Enih. Salam KOMIDA!



Leave a Reply