KOLABORASI NYATA: KOMIDA FASILITASI AKSES LAHAN LAYAK HUNI BAGI MASYARAKAT MISKIN SERANG

KOLABORASI NYATA: KOMIDA FASILITASI AKSES LAHAN LAYAK HUNI BAGI MASYARAKAT MISKIN SERANG

KOMIDA menyambut hangat Pemkab Serang dan Habitat Indonesia untuk berkolaborasi mendukung 125 keluarga Desa Domas memperoleh akses lahan dan hunian layak melalui skema pembiayaan dan hibah.

Memiliki rumah yang layak, aman, dan sehat merupakan kebutuhan mendasar setiap keluarga. Namun, bagi masyarakat berpenghasilan rendah, mewujudkan hunian yang layak tidak selalu mudah. Keterbatasan ekonomi, akses terhadap lahan, serta risiko lingkungan menjadi tantangan yang perlu diatasi bersama.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Koperasi Mitra Dhuafa (KOMIDA) berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Serang dan Habitat for Humanity Indonesia dalam program penataan permukiman di Desa Domas, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, Banten.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di Pendopo Bupati Serang pada 12 Oktober 2026. Program tersebut menyasar 125 keluarga yang selama ini tinggal di kawasan berisiko di sepanjang sempadan saluran irigasi.

Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam memperluas manfaat pemberdayaan masyarakat, sekaligus membuka akses terhadap hunian yang lebih layak dan lingkungan yang lebih aman.

Pembiayaan sebagai Jalan Menuju Hunian Layak

Bagi KOMIDA, pemberdayaan masyarakat tidak berhenti pada dukungan permodalan untuk mengembangkan usaha. Akses terhadap tempat tinggal yang layak juga merupakan bagian penting dalam membangun ketahanan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup keluarga.

Dalam kerja sama ini, KOMIDA mengambil peran dalam memfasilitasi pembiayaan untuk pengadaan lahan bagi keluarga penerima manfaat. Pembiayaan dirancang agar dapat dibayarkan secara bertahap selama tiga hingga lima tahun, dengan mempertimbangkan kemampuan ekonomi masing-masing keluarga.

Pendekatan tersebut berangkat dari pemahaman bahwa setiap keluarga memiliki kondisi dan kapasitas finansial yang berbeda. Karena itu, asesmen menjadi tahapan penting untuk merancang skema pembiayaan yang sesuai, terjangkau, dan tetap memperhatikan keberlanjutan keuangan keluarga maupun koperasi.

Sementara itu, Habitat for Humanity Indonesia memberikan dukungan berupa pembangunan rumah layak huni melalui skema hibah, sedangkan Pemerintah Kabupaten Serang berperan dalam memfasilitasi dan mengatur proses penataan kawasan.

Melalui pembagian peran tersebut, ketiga pihak berupaya menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan dukungan pemerintah, pembangunan hunian, dan akses pembiayaan yang lebih inklusif.

Tidak Sekadar Memindahkan Rumah, tetapi Menjaga Keberlanjutan Kehidupan

Penataan permukiman memiliki tantangan yang lebih luas daripada sekadar membangun rumah baru. Bagi keluarga berpenghasilan rendah, tempat tinggal sering kali berkaitan erat dengan lokasi usaha, akses pekerjaan, pendidikan anak, serta jaringan sosial yang menopang kehidupan sehari-hari.

Relokasi tanpa perencanaan yang matang berisiko menambah beban ekonomi keluarga. Oleh sebab itu, keberhasilan program perlu dilihat dari kemampuan keluarga untuk melanjutkan kehidupan secara aman dan produktif setelah berpindah ke hunian baru.

Perspektif inilah yang membuat kolaborasi di Desa Domas menjadi penting. Penataan kawasan diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas fisik rumah, tetapi juga memberikan kepastian tempat tinggal, mendukung kesehatan keluarga, dan menjaga keberlanjutan sumber penghidupan masyarakat.

Bagi KOMIDA, dukungan pembiayaan dalam program ini merupakan bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar melalui pendekatan yang mempertimbangkan kondisi riil keluarga.

Kolaborasi untuk Dampak yang Lebih Luas

Pemerintah Kabupaten Serang mencatat masih terdapat sekitar 160 hektare kawasan kumuh yang memerlukan penanganan di wilayahnya. Desa Domas menjadi salah satu kawasan yang diprioritaskan dalam upaya mewujudkan lingkungan permukiman yang layak, sehat, dan aman.

Penanganan kawasan tersebut juga berkaitan dengan upaya mengembalikan fungsi sempadan saluran irigasi sesuai peruntukannya. Karena itu, koordinasi antarpihak dan asesmen lapangan menjadi bagian penting sebelum pelaksanaan program dilanjutkan ke tahapan berikutnya.

Melalui kerja sama ini, KOMIDA memperkuat pendekatan pemberdayaan yang menghubungkan akses keuangan dengan kebutuhan nyata masyarakat. Kolaborasi dengan pemerintah dan lembaga kemanusiaan membuka peluang agar sumber daya dan keahlian setiap pihak dapat saling melengkapi.

Ke depan, keberhasilan program akan ditentukan oleh ketepatan skema pembiayaan, kesiapan lahan dan hunian, serta kemampuan keluarga penerima manfaat untuk mempertahankan kesejahteraan mereka setelah menempati rumah baru.

Bagi KOMIDA, hunian layak bukan sekadar bangunan fisik. Hunian merupakan salah satu fondasi bagi keluarga untuk menjalankan usaha, membesarkan anak, menjaga kesehatan, dan membangun masa depan dengan lebih baik.

Melalui kolaborasi di Desa Domas, KOMIDA berharap akses terhadap hunian layak dapat menjadi bagian dari proses pemberdayaan yang lebih menyeluruh—agar keluarga tidak hanya memiliki tempat tinggal yang lebih aman, tetapi juga kesempatan yang lebih baik untuk tumbuh, mandiri, dan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.

(jf/KOMIDAmedia)



Leave a Reply